My Photo

ArrigozzaQ

August 30, 2005

Referensi

'Kelas 205'

"Sekolah akan lebih menyenangkan kalau nggak ada guru. Hanya robot. Ya. Dan kita bisa pasang program-program robot yang baru, semau kita." Chris merasakan sedikit rasa kagum jika muridnya mengatakan bahwa Chris guru paling jahat di sekolah. Chris akan berpikir, "Wow, aku tidak akan pernah punya keberanian untuk mengatakan itu kepada seorang guru ..."

Christine Zajac adalah guru kelas lima SD Kelly, sekolah dengan murid dari beragam ras di daerah kumuh Holyoke, Massachusetts. Hari-harinya diisi oleh Jimmy si pengantuk, Felipe sang pengkhayal, Claude yang punya segudang alasan, dan Pedro yang malang. Juga Judith yang dewasa, Arabella si periang, dan Maripossa yang senang membantu.

Bagaimana dia menyayangi si gelombang perbuatan kriminal, Clarence, yang menjuluki sang guru tukang sihir jahat? Mnghadapi Robert yang sangat berbakat memunculkan hal-hal terburuk dalam diri Chris? Di matanya, bahkan anak-anak yang paling bermasalah pun memiliki kualitas-kualitas yang menarik. Chris merasa, anak yang paling keras pun ingin menyenangkannya dan ingin agar dia menyukai mereka, betapa pun anehnya cara mereka menunjukkannya.

Buku ini merangkum pengalaman jurnalis kaliber Pulitzer, Tracy Kidder, tinggal selama sembilan bulan di kelas 205 - berbagi rasa frustrasi, kesepian, dan kerepotan yang harus dialami seorang guru demi kepuasan membantu murid-muridnya.
=========================================================================

'Ketika Selebriti Berbagi'

Salah satu kelompok masyarakat yang banyak berperan dalam pengembangan kegiatan kedermawanan selama krisis sampai detik ini adalah para selebriti. Mereka tidak hanya berperan sebagai penyumbang berbagai kegiatan sosial, tapi juga turut menggugah kepedulian masyarakat untuk berbagi dengan sesama. Mereka tampil di berbagai event amal untuk menggugah masyarakat agar peduli dan berbagi dengan saudaranya yang kurang beruntung atau tertimpa musibah.

Di tengah kesibukan syuting, rekaman, pemotretan, show dan sederet aktivitas lainnya, para publik figur itu masih menyisakan waktunya untuk bergelut dalam aktivitas sosial kemanusiaan. Mereka merasa tak cukup hanya dengan menyumbang dari harta yang diperolehnya, seperti yang banyak dilakukan oleh kebanyakan orang kaya di Indoensia. Selain menjadi pengurus atau volunteer (relawan) di berbagai organisasi sosial, sebagian dari mereka juga berinisiatif mendirikan yayasan sosial yang pembiayaan operasionalnya diambil dari honor atau gaji yang mereka peroleh. Para selebriti filantrop ini bisa menjadi semacam role model atau ''tokoh acuan'' alternatif di tengah role model umum yang dipertontonkan sebagian besar selebriti kepada masyarakt, seperti pamer kemewahan, perselingkuhan, kawin cerai, bahkan kekerasan dalam rumah tangga.

Buku Ketika Selebriti Berbagi yang sampai di tangan Anda ini mencoba memaparkan kiprah dan peranan para selebriti dalam kegiatan kedermawanan di Indonesia. Buku ini disusun berdasarkan survei sederhana yang dilakukan terhadap para selebriti, khususnya mereka yang berkiprah di bidang seni, hiburan dan olah raga. Untuk memperdalam dan melengkapi data yang didapat dari hasil survei tersebut, peneliti melakukan wawancara secara mendalam kepada beberapa selebriti yang dikenal sebagai tokoh dermawan atau banyak terlibat dalam kegiatan sosial. Hasil wawancara itu juga ditampilkan dalam bentuk tulisan features tentang profil dan aktivitas keseharian mereka.
=========================================================================

July 2006

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          

Recent Comments

Categories

Powered by Friendster Blogs
Member since 04/2005